Deadline – Gibran berkunjung ke Bandung menjadi perhatian publik setelah awak media tidak diperkenankan meliput langsung kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke Kota Bandung dan Kabupaten Bandung, Rabu 4 Maret.
Gibran tiba sekitar pukul 09.00 WIB di SMP Santo Yusup, Kota Bandung. Ia mengenakan kemeja biru muda. Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan dan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mendampingi kunjungan tersebut.
Namun, awak media tidak diizinkan meliput kegiatan di dalam sekolah. Wartawan hanya bisa menyaksikan dari kejauhan saat rombongan memasuki area sekolah.
Tinjau e-Sport dan IoT Sejak Kelas 7
Di SMP Santo Yusup, Gibran melihat langsung kegiatan ekstrakurikuler e-Sport dan program pendidikan Internet of Things yang diterapkan sejak kelas 7. Ia memasuki beberapa ruangan dan berbincang dengan siswa yang sedang belajar.
Perwakilan Pengurus Besar eSport Indonesia turut hadir mendampingi dialog antara Gibran dan para siswa.
Kunjungan berlangsung sekitar 30 menit. Setelah itu, Gibran melanjutkan agenda ke Kabupaten Bandung untuk mengunjungi sekolah dan pesantren.
Program IoT Sudah Berjalan Dua Tahun
Guru Teknologi Informasi dan Komunikasi SMP Santo Yusup, Didit Wahyu Triono, menjelaskan bahwa pendidikan IoT mulai diterapkan dua tahun terakhir.
Ia menilai materi tersebut penting karena industri saat ini sudah memanfaatkan teknologi di berbagai sektor. Sekolah membekali siswa sejak kelas 7 agar siap menghadapi perkembangan tersebut.
Di kelas 7, siswa belajar membuat gim online sebagai dasar pemrograman. Saat naik ke kelas 8, siswa tetap membuat gim, namun dengan tingkat kesulitan lebih tinggi dan cabang aplikasi yang lebih kompleks.
Memasuki kelas 9, siswa bekerja dalam kelompok untuk menciptakan inovasi yang berguna bagi masyarakat. Tahun lalu, sekitar 50 inovasi dihasilkan dari kelompok yang berisi dua siswa.
Tahun ini jumlah inovasi sekitar 20 proyek. Tema inovasi lebih terarah dan melibatkan lebih banyak anggota dalam satu kelompok.
Didit menyebut beberapa contoh karya siswa, seperti tong sampah berbasis sensor, lampu yang menyala dengan suara, dan palang pintu kereta api otomatis.
Farhan: Konsep Smart City Dimulai dari Sekolah
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyatakan pengembangan sains dan teknologi di tingkat SMP perlu dijalankan secara konsisten.
Menurutnya, inovasi yang lahir sejak dini akan berdampak pada kualitas sumber daya manusia di masa depan. Produk teknologi yang dikembangkan siswa saat ini bisa menjadi modal pembangunan kota.
Ia menyebut konsep tersebut dapat mendukung pembangunan smart city di Kota Bandung.
Kunjungan Wakil Presiden ini menyoroti dua hal penting. Pertama, dorongan pada pendidikan teknologi sejak usia dini. Kedua, pembatasan peliputan oleh media yang memicu pertanyaan publik.




