Serangan Iran Secara Brutal Guncang Israel, Usai Netanyahu Membual Tentang Kemenangan

Deadline – Serangan Iran kembali mengguncang Israel dalam eskalasi konflik Timur Tengah yang semakin memanas. Rentetan rudal diluncurkan pada Kamis malam (19/3/2026), hanya beberapa jam setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan kemenangan atas Iran dalam perang yang sedang berlangsung.

Serangan Iran terjadi dalam beberapa gelombang. Militer Israel melaporkan setidaknya tiga rentetan rudal ditembakkan dalam kurun waktu satu setengah jam sebelum tengah malam, disusul satu serangan tambahan beberapa jam kemudian. Sirene serangan udara meraung di berbagai wilayah, termasuk Yerusalem, memaksa warga bergegas menuju tempat perlindungan.

Ledakan keras terdengar di langit Yerusalem. Meski begitu, layanan darurat Magen David Adom memastikan tidak ada korban jiwa dalam serangan tersebut. Namun, kerusakan dilaporkan terjadi di sejumlah titik akibat pecahan rudal yang jatuh.

Serangan Iran juga menghantam wilayah utara Israel, terutama kota Haifa yang dikenal sebagai pusat industri strategis. Media setempat melaporkan bahwa pecahan rudal mengenai kawasan perkotaan serta lembaga pendidikan di pinggiran kota.

Tidak hanya itu, laporan menyebutkan bahwa kompleks petrokimia dan kilang minyak di Haifa ikut terdampak. Serangan ini memicu kebakaran di sekitar fasilitas vital tersebut dan menyebabkan pemadaman listrik total di sebagian wilayah Haifa dan sekitarnya.

Dampak serangan semakin meluas. Gangguan listrik terjadi di kawasan Teluk Haifa, yang menjadi lokasi infrastruktur penting, termasuk jaringan energi nasional. Bahkan muncul kekhawatiran adanya kebocoran bahan berbahaya dari fasilitas industri yang terdampak.

Serangan Iran kali ini tidak hanya berdampak militer, tetapi juga ekonomi. Media Israel melaporkan aktivitas pasar terganggu, perjalanan udara lumpuh, dan aktivitas masyarakat terhenti akibat ancaman serangan lanjutan. Jutaan warga dilaporkan harus berlindung di bunker selama sirene terus berbunyi.

BACA JUGA  Ali Larijani Otak Keamanan Iran yang Ditakuti Israel Gugur di Tengah Perang

Di wilayah utara lain, seperti Kiryat Shmona, serangan tambahan dari kelompok Hizbullah di Lebanon memperparah situasi. Roket yang menghantam permukiman warga menyebabkan sedikitnya empat orang terluka, termasuk satu dalam kondisi kritis.

Kondisi ini menyoroti keterbatasan sistem pertahanan udara Israel. Meski sebagian rudal berhasil dicegat, beberapa proyektil tetap lolos dan menghantam target strategis maupun sipil.

Sebelumnya pada hari yang sama, Netanyahu dalam konferensi pers menyatakan bahwa Israel, bersama Amerika Serikat, telah memenangkan perang melawan Iran. Ia bahkan mengklaim kemampuan Iran dalam memperkaya uranium dan memproduksi rudal balistik telah dihancurkan.

Namun, serangan terbaru ini justru menimbulkan pertanyaan besar atas klaim tersebut. Fakta di lapangan menunjukkan Iran masih mampu melancarkan serangan terkoordinasi dengan dampak signifikan terhadap infrastruktur vital Israel.

Eskalasi konflik ini mempertegas bahwa situasi di Timur Tengah masih jauh dari kata stabil. Serangan balasan dan dampak berantai yang ditimbulkan berpotensi memperluas konflik serta meningkatkan risiko krisis kemanusiaan dan ekonomi di kawasan tersebut.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

TERPOPULER