Voice of Jakarta | Sebanyak 27 pegawai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Republik Indonesia mengikuti kegiatan orientasi menjelang purna tugas di Dunia Kopi Pasar Santa, Jakarta Selatan, Kamis (11/6/2026).
Kunjungan ini merupakan bagian dari program pembekalan bagi pegawai yang akan memasuki masa pensiun. Sebelumnya, rombongan juga telah melakukan kunjungan ke SEAMEO BIOTROP Bogor, lembaga riset yang bergerak di bidang pengembangan perikanan konsumsi, ikan hias, tanaman, serta peternakan lebah.
Dalam kegiatan tersebut hadir Kepala Pasar Santa Shifa Ramadhanis, Haji Toni Sumartoni, serta pemilik Dunia Kopi, Suradi.
Para peserta mendapatkan edukasi mengenai industri kopi, mulai dari pengenalan biji kopi berkualitas hingga praktik meracik kopi menggunakan metode manual brew yang kini semakin populer di kalangan pecinta kopi.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Barista senior Harwoto membagikan pengetahuan mengenai karakteristik biji kopi yang baik untuk dikonsumsi serta perkembangan industri kopi di Indonesia.
Sementara itu, barista Boy memberikan demonstrasi langsung mengenai teknik penyeduhan kopi yang benar, mulai dari pengaturan suhu air hingga proses ekstraksi yang menghasilkan cita rasa optimal.
Kegiatan ini tidak hanya memperkenalkan dunia kopi, tetapi juga membuka wawasan peserta mengenai peluang usaha yang dapat dijalankan setelah memasuki masa pensiun.
Pemilik Dunia Kopi, Suradi, turut membagikan perjalanan bisnisnya kepada para peserta. Dalam sambutannya, ia menceritakan bagaimana usaha yang dirintis dari satu kios kecil di Pasar Santa mampu berkembang menjadi salah satu destinasi kopi yang dikenal masyarakat.
“Semua berawal dari satu toko kecil. Dengan ketekunan, kesabaran, dan semangat untuk terus belajar, usaha ini berkembang dan semakin diminati pelanggan,” ujar Suradi.
Ia juga mengapresiasi dukungan yang diberikan oleh Haji Toni Sumartoni, yang menurutnya banyak memberikan motivasi dan arahan dalam perjalanan membangun usaha.
Kisah tersebut bisa menjadi inspirasi bagi para pegawai yang tengah mempersiapkan diri memasuki masa purna bakti.
Ketua Tim Manajerial Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan dan Manajerial Kementerian Keuangan, Sampurna Budi Utama, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya Kemenkeu dalam menyiapkan pegawai menghadapi masa transisi menuju pensiun.
“Kementerian Keuangan memiliki program untuk menyiapkan pegawai menjelang pensiun agar lebih siap menghadapi fase kehidupan berikutnya. Kami memberikan pembekalan dari aspek psikologis, kesehatan, hingga pengembangan karya dan aktivitas produktif setelah pensiun,” katanya.
Menurut Sampurna, pensiun bukanlah akhir dari pengabdian seseorang kepada bangsa dan masyarakat.
“Pensiun bukan akhir masa pengabdian. Ini hanya perpindahan peran. Karena itu kami ingin memastikan para pegawai dapat melakukan soft landing dan menjalani masa pensiun dengan baik.”
Ia menjelaskan bahwa terdapat tiga fokus utama yang menjadi perhatian dalam program tersebut, yaitu:
- Sehat secara finansial
- Sehat secara fisik dan mental
- Bahagia dalam menjalani masa pensiun
Selain mendapatkan materi dan motivasi, para peserta juga diajak melakukan praktik langsung serta memahami bagaimana menjalankan sebuah usaha.
Menurut Sampurna, tujuan utama kegiatan ini adalah mencari inspirasi, mempelajari faktor-faktor kesuksesan pelaku usaha, serta memperluas wawasan peserta agar lebih siap secara mental ketika memasuki masa pensiun.
“Kami ingin membangun kesadaran bahwa pensiun bukan berarti berhenti beraktivitas. Para pensiunan tetap dapat berkontribusi bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa sesuai dengan perannya  masing-masing.”
Ia berharap program tersebut dapat melahirkan lebih banyak wirausahawan baru dari kalangan pensiunan yang mampu menggerakkan perekonomian di lingkungan sekitarnya.
Kisah sukses Suradi sebagai pelaku usaha kopi dinilai menjadi contoh nyata bahwa masa pensiun dapat menjadi awal perjalanan baru yang produktif dan penuh peluang.



