voice of jakarta | Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berhasil menyelenggarakan ajang Color of Jakarta 2026 sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-499 Kota Jakarta. Kompetisi ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengabadikan, menceritakan, dan memperkenalkan wajah Jakarta melalui karya visual menjelang usia lima abad pada tahun mendatang.
Melalui fotografi dan videografi, warga diajak merekam dinamika kehidupan, keberagaman budaya, serta transformasi Jakarta menuju kota global dari sudut pandang masyarakat.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik DKI Jakarta, Marulina Dewi, mengatakan bahwa penyelenggaraan tahun ini menghadirkan dua kategori utama yang diperlombakan, yakni fotografi dan videografi.
Menurutnya, seluruh kategori yang dihadirkan dirancang untuk menggambarkan identitas Jakarta sebagai kota yang berwarna, beragam, dan penuh dinamika.
“Kategori-kategori yang ada itu menggambarkan bagaimana Jakarta itu benar-benar berwarna. Jakarta itu sangat beragam dan sangat heterogen di kota ini,” kata Marulina di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (7/7).
Antusiasme masyarakat terhadap kompetisi ini tercermin dari jumlah partisipasi yang mencapai ribuan karya. Sebanyak 5.646 karya foto dari 894 peserta ikut meramaikan lima kategori fotografi yang meliputi Jakarta Humanis, Jakarta Berbudaya, Jakarta Kontemporer, Jakarta Vista, dan Jakarta Berseri.
Sementara itu, pada kategori videografi tercatat sebanyak 172 karya video dari 149 peserta yang bersaing dalam tiga kategori, yaitu video landscape, video vertikal, dan video berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
“Antusiasme tersebut menunjukkan satu hal bahwa semakin banyak warga Jakarta yang bangga menjadi bagian dari kota ini,” ujarnya.
Marulina menilai Color of Jakarta tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang kreativitas bagi fotografer dan videografer untuk menampilkan perspektif mereka tentang perkembangan ibu kota.
Sebagai bentuk apresiasi, karya-karya peserta akan dipamerkan di berbagai ruang publik dan kawasan terbuka di Jakarta sehingga dapat dinikmati oleh masyarakat luas.
Selain itu, sejumlah karya terbaik yang dinilai memiliki nilai dokumentasi jangka panjang akan dihimpun dalam sebuah buku sebagai arsip visual perjalanan Jakarta menuju usia lima abad.
“Dan kita jadikan buku juga supaya mereka bisa terkurasi dan terarsipkan karya-karya yang sudah diberikan oleh para peserta ini. Walaupun menang, walaupun kalah, kita arsipkan dengan baik,” jelasnya.
Rangkaian kegiatan Color of Jakarta 2026 juga mencakup penyelenggaraan pameran dan workshop fotografi yang menghadirkan para fotografer profesional sebagai narasumber.
Melalui pameran tersebut, masyarakat dapat menikmati karya-karya terbaik para nominator, sementara workshop menjadi ruang berbagi inspirasi, pengalaman, dan pengetahuan mengenai dunia fotografi dan videografi.
Berbagai karya yang dihasilkan peserta dinilai berhasil merekam wajah Jakarta yang terus berubah dan berkembang menuju kota global yang inklusif dan kompetitif di tingkat internasional.
Karena itu, Marulina mengajak masyarakat untuk terus terlibat dalam perjalanan transformasi Jakarta melalui karya visual yang mampu memperkenalkan ibu kota Indonesia kepada dunia.
“Jadikan kamera kita bukan hanya alat untuk mengabadikan momen tetapi juga media untuk memperkenalkan Jakarta ke Indonesia dan juga ke dunia,” tuturnya.



