Pentagon Batalkan Pengerahan 4.000 Tentara AS ke Polandia di Tengah Ketegangan Politik soal Iran

WASHINGTON – voice of Jakarta |  Pentagon dilaporkan membatalkan rencana pengerahan sekitar 4.000 tentara Amerika Serikat ke Polandia di tengah memanasnya hubungan politik antara Presiden Donald Trump dan sejumlah sekutu Washington terkait kebijakan terhadap Iran.

Laporan tersebut pertama kali diungkap Associated Press pada Jumat waktu setempat. Disebutkan, sebagian personel dari Tim Tempur Brigade Lapis Baja ke-2 Divisi Kavaleri ke-1 bahkan telah mulai bergerak menuju Polandia sebelum keputusan pembatalan diterbitkan.

Selain personel militer, perlengkapan tempur berat seperti tank Abrams dan kendaraan tempur Bradley juga dilaporkan sudah tiba atau masih dalam perjalanan ketika Pentagon menghentikan pengerahan tersebut.

Penjabat Kepala Staf Angkatan Darat Amerika Serikat, Jenderal Christopher LaNeve, mengatakan kepada Kongres bahwa Komando Eropa AS telah menerima instruksi untuk mengurangi jumlah pasukan di kawasan tersebut.

Menurut LaNeve, hasil evaluasi militer menunjukkan pengerahan brigade tambahan ke Polandia dinilai tidak lagi menjadi opsi paling tepat dalam kondisi saat ini.

Pemerintah Polandia berupaya meredam spekulasi terkait keputusan Washington tersebut. Perdana Menteri Polandia Donald Tusk menyatakan pihaknya telah menerima jaminan bahwa langkah itu lebih berkaitan dengan pertimbangan logistik ketimbang perubahan komitmen keamanan.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Polandia Wladyslaw Kosiniak-Kamysz menegaskan perubahan tersebut merupakan bagian dari penyesuaian yang sebelumnya telah direncanakan terkait keberadaan militer Amerika Serikat di Eropa.

Hingga kini, lebih dari 10.000 personel militer Amerika Serikat masih ditempatkan secara bergilir di Polandia sebagai bagian dari kerja sama pertahanan NATO di kawasan Eropa Timur.

Dalam beberapa tahun terakhir, Donald Trump berulang kali mengkritik negara-negara anggota NATO yang dianggap tidak memenuhi target belanja pertahanan sesuai kesepakatan aliansi.

Namun Polandia justru mendapat apresiasi dari Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth. Ia menyebut Polandia sebagai sekutu teladan karena mengalokasikan sekitar 4,7 persen Produk Domestik Bruto (PDB) untuk sektor pertahanan.

BACA JUGA  Netanyahu Manfaatkan Konflik Kawasan untuk Menghindari Sidang Korupsi yang Menjeratnya

Angka tersebut menjadi salah satu yang tertinggi di antara negara anggota NATO dan dinilai mencerminkan komitmen kuat Warsawa terhadap keamanan kawasan.

Sebelumnya pada awal Mei 2026, Pentagon juga mengumumkan penarikan sekitar 5.000 tentara dari total 38.000 personel militer AS yang ditempatkan di Jerman.

Langkah itu muncul setelah Kanselir Jerman Friedrich Merz termasuk di antara pemimpin Eropa yang mengkritik kebijakan Amerika Serikat dan Israel terkait Iran, yang kemudian memicu respons keras dari Trump.

Presiden AS tersebut bahkan sempat menyindir Merz agar lebih fokus menangani persoalan domestik Jerman. Trump juga mengisyaratkan kemungkinan penarikan pasukan dari Spanyol dan Italia setelah kedua negara disebut menolak penggunaan pangkalan dan lapangan terbang mereka untuk operasi terkait Iran.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

TERPOPULER