voice of Jakarta | Â Di tengah meningkatnya minat generasi muda terhadap industri kopi, pemilik Dunia Kopi, Suradi, menilai Indonesia memiliki peluang besar untuk memperkuat posisinya sebagai salah satu produsen kopi terkemuka di dunia. Namun, menurutnya, peluang tersebut hanya dapat diwujudkan apabila seluruh pelaku dalam rantai industri kopi mampu membangun ekosistem yang berkelanjutan.
Berbicara dalam talkshow “Dari Biji ke Cangkir Kopi: Menjelajahi Coffee Universe Kini dan Nanti” pada FEST Urban Farming 2026, Suradi mengatakan bahwa kopi telah berkembang jauh melampaui fungsi sebagai minuman. Di kalangan generasi muda, kopi kini menjadi bagian dari gaya hidup sekaligus membuka peluang ekonomi baru.
“Kopi di Indonesia sudah menjadi tren di kalangan anak muda. Saya melihat kopi bukan hanya sebagai komoditas unggulan, tetapi juga sebagai mutiara hitam Indonesia. Dengan tren yang terus berkembang, kopi menjadi produk yang semakin diminati dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi,” kata Suradi.

Menurutnya, tingginya permintaan terhadap kopi harus diimbangi dengan pembangunan ekosistem industri yang sehat agar pertumbuhan sektor tersebut dapat berlangsung secara berkesinambungan.
Suradi menjelaskan bahwa rantai industri kopi tidak berhenti di tingkat produksi. Di dalamnya terdapat keterkaitan antara petani, pelaku usaha, pengolah kopi, barista, pemilik kafe hingga konsumen. Seluruh elemen tersebut, kata dia, memiliki peran yang sama pentingnya dalam menjaga kualitas sekaligus keberlanjutan industri kopi nasional.
“Ekosistem perkopian di Indonesia harus terus dibangun. Ketika petani menghasilkan kopi berkualitas, pelaku usaha mampu memasarkannya, barista menyajikan produk terbaik, pemilik kafe memberikan pengalaman kepada pelanggan, dan konsumen menghargai kualitas kopi, maka seluruh rantai ekonomi akan tumbuh bersama,” ujarnya.
Antusiasme Generasi Muda Dinilai Menjadi Modal Besar
Suradi juga mengaku terkesan dengan tingginya partisipasi masyarakat dalam sesi diskusi yang diselenggarakan oleh Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Banyaknya pertanyaan yang diajukan peserta, terutama dari kalangan Generasi Z, menurutnya mencerminkan semakin besarnya ketertarikan anak muda terhadap industri kopi.
“Antusiasme peserta sangat luar biasa. Mereka bukan hanya ingin tahu cara membuat kopi yang baik, tetapi juga ingin memahami bagaimana membangun bisnis kopi yang berkelanjutan. Ini merupakan modal yang sangat positif bagi masa depan industri kopi Indonesia,” katanya.
Ia berharap kegiatan edukatif seperti talkshow dapat terus diselenggarakan untuk memperluas pengetahuan masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai potensi ekonomi yang dimiliki sektor kopi.
Menurut Suradi, peluang di industri kopi masih terbuka lebar karena kebutuhan pasar terus meningkat, baik di dalam negeri maupun di pasar internasional.
“Anak-anak muda harus lebih banyak belajar tentang kopi karena sektor ini memiliki masa depan yang sangat menjanjikan. Industri kopi bukan hanya tentang menyeduh minuman, tetapi juga tentang membangun usaha, menciptakan lapangan pekerjaan, dan meningkatkan nilai tambah produk pertanian Indonesia,” ujarnya.
Dunia Kopi Buka Ruang Edukasi bagi Calon Wirausaha
Sebagai bagian dari upaya membangun sumber daya manusia di sektor kopi, Suradi mengajak masyarakat yang ingin mendalami industri tersebut untuk mengikuti program edukasi di Dunia Kopi, yang berlokasi di Pasar Santa, Jakarta Selatan.
Menurutnya, pelatihan yang diberikan tidak hanya berfokus pada keterampilan meracik kopi, tetapi juga mencakup berbagai aspek kewirausahaan yang dibutuhkan untuk membangun usaha secara berkelanjutan.
Peserta, kata Suradi, akan memperoleh pembelajaran mengenai personal branding, kemampuan bekerja lintas bidang (multi-tasking), pengembangan wawasan bisnis, pelayanan kepada pelanggan, hingga strategi membangun merek di tengah persaingan industri yang semakin kompetitif.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan industri kopi tidak dapat dicapai oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari petani yang menanam kopi, pelaku usaha yang mengolah dan memasarkannya, barista yang menyajikan minuman berkualitas, hingga konsumen yang menghargai hasil kerja para pelaku industri.
“Kekuatan terbesar dunia kopi adalah kebersamaan. Dari proses penanaman hingga secangkir kopi tersaji di hadapan konsumen, semuanya merupakan hasil kerja bersama. Jika ekosistem ini terus dijaga, saya optimistis kopi Indonesia akan semakin mampu bersaing di pasar global,” kata Suradi.
Pesan tersebut sekaligus menutup rangkaian diskusi dalam FEST Urban Farming 2026, yang tidak hanya memperkenalkan peluang bisnis kopi kepada masyarakat, tetapi juga menegaskan pentingnya kolaborasi dan keberlanjutan sebagai fondasi bagi masa depan industri kopi Indonesia.



