voice of jakarta | Lebih dari lima ribu pencari kerja memanfaatkan ajang Jakarta Selatan Career Fest and Bazaar 2026 sebagai peluang untuk memasuki kembali pasar kerja di tengah persaingan ketenagakerjaan yang semakin dinamis.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Nakertransgi) Jakarta Selatan tersebut berhasil menarik 5.158 peserta, baik melalui pendaftaran daring maupun kehadiran langsung di lokasi acara.
Career Fest berlangsung pada 7 hingga 8 Juli 2026 di Gedung Nyi Ageng Serang, Kelurahan Karet Kuningan, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan.
Kepala Seksi Pelatihan, Penempatan, Produktivitas dan Transmigrasi (P3T) Sudin Nakertransgi Jakarta Selatan, Erning Kumala Dewi, menjelaskan bahwa sebanyak 3.458 pencari kerja telah mendaftarkan diri melalui platform digital, sementara 1.700 lainnya mengikuti kegiatan secara langsung.
“Untuk lamaran online total sampai saat ini 3.458 orang. Pendaftaran online ini masih terus dibuka hingga 15 Juli 2026. Mereka masih bisa mengakses di karir.jakarta.go.id,” ujar Erning, Jumat (10/7).
Menurutnya, proses rekrutmen tidak berhenti setelah penyelenggaraan Career Fest berakhir.
Perusahaan peserta akan melanjutkan proses seleksi melalui tahapan wawancara dan evaluasi kandidat sesuai kebutuhan masing-masing.
“Setelah pencari kerja melamar, perusahaan akan melakukan interview dan melanjutkan seluruh proses rekrutmen. Nantinya, mereka juga wajib melaporkan kepada kami secara bertahap mengenai jumlah pelamar yang diterima bekerja,” katanya.
Lowongan yang tersedia mencakup berbagai sektor pekerjaan, mulai dari kru outlet, administrasi, customer service, sales, marketing, finance, pramuniaga, hingga posisi berbasis teknologi seperti IT support.
Persyaratan pendidikan pun cukup beragam, mulai dari lulusan SMA dan SMK hingga sarjana.
Salah satu aspek yang mendapat perhatian dalam penyelenggaraan tahun ini adalah terbukanya kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas sebagai bagian dari upaya memperluas akses terhadap dunia kerja yang lebih inklusif.
“Setiap perusahaan memiliki kualifikasi masing-masing. Ada yang menerima lulusan SMA, SMK, hingga S1. Namun untuk usia tidak dibatasi. Bahkan ada perusahaan yang membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas,” jelas Erning.
Dari total 1.700 peserta yang hadir langsung selama dua hari pelaksanaan, sebanyak 947 orang tercatat melakukan proses check-in di lokasi acara.
Sementara peserta lainnya diperkirakan memilih memanfaatkan sistem pendaftaran secara daring yang tetap dibuka hingga pertengahan Juli.
Bagi Pemerintah Kota Jakarta Selatan, penyelenggaraan bursa kerja bukan sekadar mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam menekan angka pengangguran dan meningkatkan produktivitas ekonomi daerah.
Erning berharap para pelamar yang telah mengirimkan dokumen lamaran dan memperoleh panggilan wawancara dapat memanfaatkan kesempatan tersebut secara maksimal.
“Bagi yang sudah mengirimkan CV dan mendapatkan panggilan interview, lakukan yang terbaik agar bisa diterima di perusahaan yang dituju. Harapan kami, kegiatan ini dapat membantu menekan angka pengangguran di Jakarta Selatan,” ujarnya.
Di tengah perubahan kebutuhan pasar tenaga kerja yang semakin cepat, kegiatan seperti Jakarta Selatan Career Fest menjadi salah satu jembatan penting antara dunia usaha dan pencari kerja, sekaligus mencerminkan upaya pemerintah daerah dalam membangun pasar kerja yang lebih inklusif dan adaptif terhadap perkembangan zaman.



