VOICE OF JAKARTA | Â Sebanyak 10 pelajar Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 9 Jakarta mengikuti pelatihan tata rias wajah dan tata rambut yang diselenggarakan oleh Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) Jakarta Utara. Program ini dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan vokasi yang dapat menjadi modal memasuki dunia kerja maupun membangun usaha secara mandiri.
Pelatihan dilaksanakan melalui skema Mobile Training Unit (MTU) di lingkungan sekolah yang berlokasi di Jalan Sunter Permai Raya, Kelurahan Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Kegiatan berlangsung selama satu bulan, mulai 20 Juli hingga 19 Agustus 2026.
Instruktur PPKD Jakarta Utara, Lala Vanniela Sari, menjelaskan bahwa pelatihan berlangsung selama 20 hari pembelajaran, kemudian diakhiri dengan dua hari uji kompetensi untuk mengukur kemampuan peserta.
“Materi kami bagi menjadi dua bagian. Sepuluh hari pertama fokus pada dunia tata rias (make-up), mulai dari riasan harian hingga wisuda. Sepuluh hari berikutnya, mereka mendalami materi salon,” ujar Lala.
Materi Pelatihan Disesuaikan dengan Kebutuhan Industri
Selama pelatihan, peserta memperoleh pembelajaran praktik yang mencakup berbagai keterampilan di bidang kecantikan. Materi salon meliputi teknik keramas, pelurusan rambut, pewarnaan rambut, perawatan kuku (manicure dan nail art), hingga penataan rambut (hair-do dan blow styling). Peserta juga dikenalkan pada seni menghias tangan menggunakan henna.
Menurut Lala, proses pembelajaran bagi siswa berkebutuhan khusus memerlukan pendekatan yang berbeda dibandingkan pelatihan pada umumnya.
Metode yang diterapkan menggunakan sistem one-on-one, diawali dengan demonstrasi instruktur sebelum peserta mempraktikkan teknik secara berpasangan.
“Komunikasi dan pendekatan personal menjadi kunci agar mereka bisa memahami setiap teknik dengan baik. Kami sangat mengapresiasi antusiasme tinggi para peserta,” katanya.
Bekal Menuju Kemandirian
PPKD Jakarta Utara berharap keterampilan yang diperoleh selama pelatihan dapat membuka peluang kerja bagi para lulusan, baik di perusahaan jasa kecantikan maupun melalui usaha mandiri.
“Ini bisa menjadi bekal mereka di dunia kerja. Mereka bisa membuka usaha di rumah atau menawarkan jasa layanan kunjung ke rumah (home service),” tambah Lala.
Program pelatihan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kompetensi vokasi bagi penyandang disabilitas agar memiliki kesempatan yang lebih luas dalam dunia kerja dan kewirausahaan.
Peserta Mengaku Mendapat Pengalaman Baru
Salah seorang peserta, Keylla Putri Fauzia (19), mengaku menikmati seluruh rangkaian pelatihan. Siswi kelas XII itu mengatakan minatnya di bidang kecantikan mendapat dukungan penuh dari keluarganya.
“Pelatihan ini tidak sulit, justru mudah dan menyenangkan karena kami bisa belajar cara untuk selalu terlihat cantik,” ujarnya.
Peserta lainnya, Syafa Anantya Bilqis (19), mengaku sempat mengalami kesulitan ketika mempelajari teknik mencatok rambut keriting (curly styling). Namun, menurutnya, tantangan tersebut menjadi bagian dari proses belajar yang menyenangkan.
“Banyak ilmu baru yang saya dapatkan selain dari pelajaran di kelas,” katanya.
Pelatihan vokasi seperti ini menjadi salah satu upaya memperluas akses pendidikan keterampilan bagi penyandang disabilitas. Selain meningkatkan kompetensi teknis, program tersebut diharapkan dapat memperkuat kemandirian ekonomi dan membuka peluang kerja yang lebih inklusif bagi lulusan sekolah luar biasa di Jakarta.



