Megawati Temui Dubes Korea Selatan, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea dan Penguatan Hubungan Bilateral

VOICEOF JAKARTA | Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menghadiri undangan Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia, Yoon Soon-gu, di Kediaman Duta Besar Korea Selatan di Jakarta, Selasa (4/8/2026). Pertemuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian komunikasi diplomatik yang bertujuan memperkuat hubungan bilateral sekaligus membahas isu perdamaian di kawasan Semenanjung Korea.

 

Agenda tersebut merupakan tindak lanjut dari kunjungan Yoon Soon-gu ke kediaman Megawati beberapa waktu sebelumnya. Dalam pertemuan terdahulu, kedua tokoh bertukar pandangan mengenai berbagai isu internasional, termasuk upaya mendorong stabilitas dan perdamaian di Semenanjung Korea.

 

Dalam kunjungan kali ini, Megawati menyampaikan harapannya agar hubungan Indonesia dan Korea Selatan terus berkembang dengan dilandasi semangat persahabatan yang kuat dan saling menghormati.

 

Pesan tersebut dituangkan Megawati dalam Buku Tamu Kehormatan Kedutaan Besar Korea Selatan.

 

“Senang sekali dapat berkunjung ke Rumah Bapak Dubes Korea Selatan. Semoga semangat persaudaraan Indonesia-Korea Selatan berjalan selamanya,” tulis Megawati.

 

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan mencerminkan eratnya hubungan kedua negara yang selama ini berkembang di berbagai sektor, mulai dari ekonomi, investasi, pendidikan, kebudayaan, hingga diplomasi.

 

Megawati hadir didampingi Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, serta Ketua DPP PDI Perjuangan Bintang Puspayoga dan Ahmad Basarah.

 

Sementara itu, pihak Kedutaan Besar Korea Selatan memandang pertemuan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat komunikasi dan kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan di Indonesia, termasuk tokoh-tokoh nasional yang memiliki peran penting dalam hubungan kedua negara.

 

Indonesia dan Korea Selatan selama beberapa dekade terakhir menjalin Kemitraan Strategis Khusus (Special Strategic Partnership) yang mencakup kerja sama di bidang perdagangan, investasi, pertahanan, pendidikan, teknologi, serta pertukaran budaya. Dialog antar pemimpin dan tokoh kedua negara dinilai menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga kesinambungan hubungan bilateral tersebut.

BACA JUGA  Sugiono Perintahkan Evakuasi WNI di Iran, Indonesia Siaga Hadapi Eskalasi Konflik

 

Meski tidak menghasilkan keputusan atau kesepakatan baru, pertemuan ini memperlihatkan pentingnya diplomasi informal (track-two diplomacy) dalam membangun saling pengertian dan memperkuat hubungan antarmasyarakat di tengah dinamika geopolitik kawasan Asia Timur.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

TERPOPULER