BNN Musnahkan 20 Kg Sabu 9 Tersangka Diamankan, 40 Ribu Jiwa Diklaim Terselamatkan.

Voice of Jakarta | Lebih dari 40 ribu jiwa diklaim terselamatkan setelah Badan Narkotika Nasional (BNN) Indonesia memusnahkan lebih dari 20 kilogram sabu dalam dua pengungkapan kasus besar lintas wilayah.

Pemusnahan barang bukti tersebut dilakukan pada 19 November 2024 di kantor pusat BNN di Jakarta Timur, menyusul penangkapan sembilan tersangka yang diduga terlibat dalam jaringan peredaran narkotika internasional dan antarprovinsi.

BNN menyatakan total 20.221,35 gram sabu yang dimusnahkan merupakan hasil dari dua operasi terpisah. Otoritas menyebut langkah ini sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk menekan peredaran narkoba di Indonesia sepanjang tahun 2024.

Dalam kasus pertama, aparat mengungkap hampir 20 kilogram sabu yang dikirim dari Medan menuju Bogor. Penangkapan dilakukan pada 17 Oktober di sebuah stasiun pengisian bahan bakar di Bogor, setelah adanya informasi dari masyarakat dan penyelidikan ilmiah oleh petugas.

Petugas menemukan 20 paket sabu yang disembunyikan di berbagai bagian kendaraan, termasuk di bawah kursi dan bagasi. Tiga orang tersangka diamankan di lokasi kejadian.

Penyelidikan lebih lanjut mengungkap bahwa operasi ini merupakan bagian dari jaringan yang lebih luas, menghubungkan Aceh, Sumatera Utara, dan Pulau Jawa. Otoritas Indonesia menyebut jaringan tersebut diduga dikendalikan oleh pihak yang berada di luar negeri, termasuk sepasang suami istri yang dilaporkan berada di Bangkok, Thailand.

Kasus kedua melibatkan penyelundupan sabu seberat sekitar 260 gram melalui jalur laut di Batam. Seorang tersangka ditangkap setelah diketahui menyembunyikan narkotika dalam tubuhnya, dengan rencana distribusi ke wilayah Bima, Nusa Tenggara Barat.

Pengembangan kasus ini mengarah pada penangkapan sejumlah tersangka lain di Bima, yang diduga berperan sebagai penerima dan pengendali distribusi di tingkat lokal.

BACA JUGA  Skandal Setoran Bandar Narkoba Rp110 Juta: Dua Perwira Polres Toraja Utara Dipecat Tidak Hormat

BNN menegaskan bahwa kedua kasus ini mencerminkan kompleksitas jaringan narkotika yang melibatkan berbagai wilayah dan metode penyelundupan yang semakin canggih. Otoritas juga menekankan pentingnya kerja sama lintas lembaga dalam mengungkap jaringan tersebut.

Hingga kini, penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan untuk mengidentifikasi kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam jaringan yang sama.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

TERPOPULER