Polri Ingatkan Bahaya Penipuan Nobar dan Judi Bola Menjelang Piala Dunia 2026

voice of Jakarta | Kepolisian Negara Republik Indonesia mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penipuan berkedok tiket nonton bareng (nobar) dan maraknya praktik judi bola menjelang penyelenggaraan Piala Dunia FIFA 2026 yang akan dimulai pada Juni mendatang.

Peringatan tersebut disampaikan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko dalam konferensi pers kesiapan pengamanan Piala Dunia 2026 di TVRI, Jakarta.

Menurut Trunoyudo, masyarakat diminta segera melapor apabila menemukan indikasi penipuan terkait penjualan tiket nobar atau aktivitas mencurigakan lainnya yang memanfaatkan antusiasme publik terhadap ajang sepak bola terbesar dunia tersebut.

“Masyarakat dapat memanfaatkan layanan hotline 110 untuk melaporkan apabila menemukan indikasi penipuan,” ujar Trunoyudo.

Polri Siapkan Pengawasan Nobar Piala Dunia

Polri juga membuka kemungkinan pembentukan kanal pengaduan khusus yang terintegrasi bersama TVRI guna mengawasi pelaksanaan kegiatan nobar di berbagai daerah.

Langkah tersebut dinilai penting mengingat seluruh penyelenggara nobar resmi akan terdaftar sehingga pengawasan dapat dilakukan secara lebih optimal.

Polri Ingatkan Bahaya Penipuan Nobar
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko dihadapan para awak media

“Nantinya memungkinkan ada hotline bersama dengan TVRI terkait pelaksanaan nobar,” kata Trunoyudo.

Ajang Piala Dunia 2026 diperkirakan akan memicu tingginya aktivitas masyarakat di ruang publik, termasuk penyelenggaraan nobar massal di berbagai kota di Indonesia.

TVRI sebagai pemegang hak siar resmi di Indonesia disebut berencana menggelar nobar terbuka di 34 stasiun daerah yang dapat diakses masyarakat secara gratis.

Judi Bola Jadi Perhatian Khusus

Selain potensi penipuan, Polri juga menyoroti ancaman meningkatnya praktik judi bola selama berlangsungnya kompetisi internasional tersebut.

Kepolisian menilai aktivitas perjudian daring maupun konvensional sering meningkat saat turnamen besar berlangsung dan berpotensi memicu tindak pidana lain yang merugikan masyarakat.

BACA JUGA  Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026? Fakta Mengejutkan di Balik Rumor Gantikan Iran

“Judi bola harus kita antisipasi bersama. Jangan sampai momentum ini dimanfaatkan untuk aktivitas melanggar hukum,” tegas Trunoyudo.

Polri mengajak masyarakat menikmati pertandingan dengan semangat sportivitas tanpa terlibat aktivitas ilegal maupun tindakan yang mengganggu keamanan dan ketertiban umum.

Piala Dunia 2026 Digelar di Tiga Negara

Piala Dunia FIFA 2026 akan berlangsung pada Juni hingga Juli 2026 dengan tiga negara tuan rumah, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Turnamen edisi 2026 menjadi Piala Dunia pertama yang digelar di tiga negara sekaligus serta melibatkan jumlah peserta lebih banyak dibanding edisi sebelumnya.

Polri memastikan pengawasan terhadap potensi gangguan keamanan, termasuk penipuan digital dan perjudian online, akan diperketat selama berlangsungnya pesta sepak bola dunia tersebut.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

TERPOPULER