FEST Urban Farming 2026 Generasi Z Antusias Belajar Bisnis Kopi dari Biji hingga ke Cangkir

voice of Jakarta |  Minat generasi muda terhadap industri kopi terlihat semakin kuat dalam ajang FEST Urban Farming 2026 yang berlangsung di kawasan Istora Senayan, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada 4–5 Juli 2026. Mengusung tema “Dari Biji ke Cangkir Kopi: Menjelajahi Coffee Universe Kini dan Nanti”, acara ini menjadi ruang edukasi sekaligus hiburan yang mempertemukan pelaku industri, masyarakat, dan komunitas urban farming.

Diselenggarakan oleh Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, kegiatan tersebut menyoroti pentingnya pengembangan pertanian perkotaan sekaligus memperkenalkan peluang ekonomi dari sektor kopi yang terus berkembang.

Talkshow menjadi salah satu agenda utama yang menyita perhatian pengunjung. Dipandu moderator Cisilia Prilestari, sesi diskusi bertema “Dari Biji ke Cangkir Kopi: Menjelajahi Coffee Universe Kini dan Nanti” menghadirkan Suradi, pemilik Dunia Kopi, bersama Margaret Marsia, pebisnis kafe sekaligus trainer kopi.

Antusiasme peserta terlihat sejak awal acara. Berbagai pertanyaan mengalir, mulai dari teknik budidaya kopi, proses pascapanen, hingga strategi membangun usaha kopi yang mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional. Dominasi peserta dari kalangan Generasi Z menunjukkan bahwa bisnis kopi kini tidak lagi dipandang sekadar peluang usaha kuliner, tetapi juga bagian dari industri kreatif yang menawarkan prospek jangka panjang.

Suradi menjelaskan bahwa perjalanan kopi dimulai dari pemilihan benih berkualitas, proses budidaya, panen, pengolahan, hingga akhirnya menjadi produk yang siap dipasarkan. Menurutnya, menjaga kualitas di setiap tahapan menjadi faktor utama untuk memenuhi permintaan pasar yang semakin kompetitif.

Ia juga mengungkapkan bahwa produknya kini telah menerima pesanan dalam jumlah besar, mencapai puluhan ton, baik dari pasar domestik maupun mancanegara. Pengalaman tersebut menjadi gambaran bahwa kopi Indonesia memiliki peluang besar untuk terus berkembang apabila dikelola secara profesional dan berorientasi pada kualitas.

BACA JUGA  Wali Kota Jaksel Dorong Dukungan Wajib Belajar 13 Tahun dan Pendidikan PAUD Berkualitas

Usai sesi diskusi, Suradi membagikan cenderamata berupa kopi kepada para peserta sebagai bentuk apresiasi atas antusiasme mereka mengikuti talkshow.

Selain seminar, FEST Urban Farming 2026 juga menghadirkan berbagai kegiatan yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Di antaranya talkshow, lomba menggambar dan mewarnai untuk anak-anak, lomba mencari bintang, fun walk, serta lomba ramah lingkungan yang diikuti peserta dari enam wilayah administrasi Jakarta. Kegiatan panen hasil urban farming dari enam wilayah tersebut juga mendapat perhatian dalam proses peninjauan untuk pencatatan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Suasana acara semakin semarak dengan kehadiran sejumlah tokoh dan pengisi acara, termasuk pelawak Jarwo Kwat, yang turut menghibur para pengunjung.

Melalui FEST Urban Farming 2026, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak hanya mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya ketahanan pangan di kawasan perkotaan, tetapi juga membuka wawasan generasi muda mengenai potensi ekonomi yang lahir dari sektor pertanian modern dan industri kopi. Tingginya minat peserta, khususnya dari kalangan Gen Z, menjadi sinyal bahwa ekosistem kopi Indonesia memiliki peluang besar untuk terus tumbuh seiring meningkatnya ketertarikan anak muda terhadap kewirausahaan berbasis pertanian.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

TERPOPULER