Hizbullah Gempur Tank Israel, Pasukan Zionis Berjatuhan di Lebanon Selatan

Deadline – Konflik Hizbullah kembali memanas di Lebanon selatan. Serangan rudal anti-tank menghantam pasukan Israel dan menambah daftar korban di medan tempur.

Pada Kamis malam, satu tentara Israel tewas dan empat lainnya terluka. Serangan ini terjadi saat Hizbullah meluncurkan rudal ke arah tank Merkava milik militer Israel.

Media The Times of Israel melaporkan, insiden ini menjadi kematian kedua tentara Israel dalam satu hari. Korban berasal dari Batalyon 77 Brigade Lapis Baja ke-7 yang bermarkas di Yerusalem.

Rudal Tembus Pertahanan Tank

Menurut penyelidikan awal militer Israel, Hizbullah menembakkan dua rudal dari wilayah utara Sungai Litani di sektor timur Lebanon selatan.

Rudal pertama berhasil dicegat sistem perlindungan aktif tank Merkava. Namun rudal kedua menghantam target dan menewaskan prajurit tersebut.

Dua perwira dan dua tentara lainnya mengalami luka ringan dalam serangan itu.

Hizbullah mengklaim serangan mereka lebih besar. Kelompok ini menyebut berhasil menghantam sekitar 10 tank Israel dan dua buldozer militer.

Identitas Korban dan Latar Belakang Konflik

Tentara yang tewas diketahui merupakan putra dari Brigadir Jenderal Yair Volansky. Sang ayah pernah memimpin Brigade Lapis Baja 401 dan kini menjabat sebagai pengawas keuangan di perusahaan pertahanan.

Kematian ini menjadi yang keempat di pihak militer Israel sejak konflik dengan Hizbullah meningkat pada 2 Maret.

Saat itu Hizbullah mulai meluncurkan roket dan drone ke wilayah Israel. Serangan dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap Iran dalam konflik dengan Amerika Serikat dan Israel.

Roket Hantam Kota, Warga Sipil Jadi Korban

Serangan Hizbullah tidak hanya menyasar militer. Sepanjang Kamis, lebih dari 100 roket ditembakkan ke wilayah Israel utara.

Di kota Nahariya, seorang pria berusia sekitar 50 tahun tewas setelah terkena dampak serangan roket. Korban diketahui bernama Peretz.

BACA JUGA  Demo Besar "No Kings" Guncang AS: 8 Juta Warga Serbu Jalan, Trump Jadi Sasaran Kritik

Ia sedang bersepeda saat sirene peringatan berbunyi. Korban mencoba mencari perlindungan, namun tidak sempat mencapai tempat aman.

Roket menghantam area parkir dekat bangunan tempat tinggal. Selain menewaskan Peretz, serangan itu juga melukai satu orang lainnya secara serius.

Sirene peringatan juga terdengar hingga kota pelabuhan Haifa pada malam hari.

Serangan Balasan Israel dan Dampaknya

Militer Israel merespons dengan serangan udara besar-besaran ke sejumlah target Hizbullah di Lebanon.

Media pemerintah Lebanon melaporkan sedikitnya lima orang tewas akibat serangan tersebut pada hari yang sama. Dua korban berada di sebuah bangunan di wilayah Nabatiyeh, Lebanon selatan.

Sejauh ini, lebih dari seribu warga Lebanon dilaporkan tewas akibat serangan Israel. Ratusan ribu lainnya terpaksa meninggalkan rumah mereka dan mengungsi ke wilayah yang lebih aman.

Konflik Terus Meluas

Pertempuran antara Hizbullah dan Israel terus meningkat dalam skala dan intensitas. Serangan saling balas terjadi hampir setiap hari.

Kondisi ini memperbesar risiko konflik regional yang lebih luas. Wilayah perbatasan Lebanon selatan kini menjadi titik panas yang sulit dikendalikan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

TERPOPULER