Menu MBG Ada Belatung di Bandung, Orang Tua Siswa Protes Keras, BGN: Silakan Lapor Langsung ke SPPG

Deadline – Menu MBG ada belatung memicu protes keras dari sejumlah orang tua siswa di wilayah Bandung Raya, Jawa Barat. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan selama Ramadan itu dinilai tidak layak dikonsumsi setelah ditemukan belatung di salah satu menu makanan.

Keluhan tersebut muncul dari orang tua siswa di Kabupaten Bandung yang menerima paket MBG untuk peserta didik. Mereka mengaku kecewa karena makanan yang seharusnya mendukung pemenuhan gizi anak justru diduga tidak higienis.

Tidak hanya soal menu MBG ada belatung, orang tua juga menyoroti kualitas makanan lain yang dianggap tidak layak. Beberapa paket disebut hanya berisi kue bolu dan buah jeruk, sementara paket lain hanya berisi setengah porsi kentang rebus dan buah manggis.

Kondisi itu memicu kekhawatiran para orang tua terhadap kualitas dan pengawasan makanan dalam program yang ditujukan untuk meningkatkan gizi peserta didik.

Menanggapi polemik tersebut, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Irjen Pol (Purn) Sonny Sonjaya, menyatakan pihaknya telah mengambil langkah untuk meningkatkan transparansi program MBG.

Sonny mengatakan BGN telah memerintahkan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk membuka saluran komunikasi dengan masyarakat melalui media sosial.

“BGN telah memerintahkan seluruh SPPG membuat media sosial sebagai sarana komunikasi antara SPPG dan masyarakat, dan wajib mengunggah menu makanan, kadar gizi serta harga,” kata Sonny saat ditemui di Kota Bandung, Sabtu (7/3/2026).

Menurut Sonny, keterbukaan informasi tersebut penting agar masyarakat dapat mengetahui secara jelas menu MBG yang diberikan, kandungan gizi, serta biaya yang digunakan dalam program tersebut.

Ia juga menegaskan bahwa masyarakat memiliki hak untuk menyampaikan protes jika menemukan makanan MBG yang tidak layak.

BACA JUGA  MBG Disorot PKS: Penutupan 1.512 Dapur Gizi Jadi Alarm Keras Evaluasi Program Nasional

Sonny bahkan mempersilakan orang tua siswa untuk langsung melaporkan keluhan tersebut kepada pihak SPPG yang bertanggung jawab dalam penyediaan makanan.

“Apabila tidak sesuai, masyarakat bisa protes. Itu salah satu bentuk transparansi dan akuntabilitas publik,” ujarnya.

Selain melapor langsung, masyarakat juga diperbolehkan membagikan temuan tersebut di media sosial selama bertujuan untuk memperbaiki kualitas program.

Namun Sonny menekankan bahwa langkah terbaik tetap dengan menyampaikan laporan langsung kepada SPPG agar perbaikan dapat segera dilakukan.

“Kalau untuk diviralkan di media sosial tentu punya tujuan tertentu. Jika tujuannya memperbaiki, silakan datangi SPPG-nya dan minta dilakukan perbaikan. Tapi kalau tujuannya hanya memviralkan, itu bergantung kepada niat masing-masing. Kami tidak bisa melarang,” pungkas Sonny.

Kasus menu MBG ada belatung di Bandung ini kini menjadi perhatian masyarakat karena program Makan Bergizi Gratis diharapkan mampu meningkatkan kesehatan dan gizi peserta didik, terutama selama bulan Ramadan. Orang tua berharap pengawasan distribusi makanan diperketat agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

TERPOPULER