Deadline – Kasus dugaan perzinaan yang menyeret nama Inara Rusli kembali menjadi sorotan. Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di kediaman Inara di kawasan Jakarta Barat pada Senin (16/3), sebagai bagian dari penyelidikan atas laporan yang dilayangkan Wardatina Mawa.
Olah TKP tersebut dilakukan oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Metro Jaya dengan melibatkan tim Inafis. Proses ini bertujuan mengumpulkan bukti untuk menentukan apakah dugaan yang dilaporkan memenuhi unsur tindak pidana perzinaan secara hukum.
Kuasa hukum Inara Rusli, Daru Quthny, memastikan pihak kliennya bersikap terbuka dan kooperatif selama proses berlangsung. Ia menegaskan bahwa langkah penyidik merupakan prosedur yang wajar dalam penanganan perkara.
“Pihak kami tidak ada masalah. Kami sudah berkoordinasi dan mengikuti prosedur yang dilakukan penyidik,” ujar Daru di Polda Metro Jaya.
Lebih lanjut, Daru menegaskan bahwa pihaknya tidak keberatan jika penyidik mengambil barang bukti yang dianggap relevan, termasuk yang berkaitan dengan video yang beredar. Menurutnya, pembuktian harus dilakukan secara objektif sesuai hukum yang berlaku.
“Silakan penyidik membuktikan apakah ada unsur perzinaan secara hukum. Kami terbuka,” katanya.
Dalam kasus ini, keberadaan rekaman CCTV menjadi salah satu fokus penyelidikan. Inara Rusli disebut mengakui adanya video tersebut. Namun, ia dengan tegas membantah isi narasi yang berkembang di masyarakat.
Menurut Daru, kliennya tidak melakukan hubungan layaknya suami istri sebagaimana yang dituduhkan. Ia menekankan bahwa pengakuan hanya sebatas pada keberadaan video, bukan pada tuduhan perzinaan.
“Video itu diakui ada, tetapi isi yang dituduhkan tidak benar. Tidak ada perzinaan seperti yang berkembang,” tegasnya.
Daru juga menjelaskan bahwa interaksi yang terlihat dalam video, seperti berpelukan, tidak serta-merta dapat dikategorikan sebagai perzinaan dalam perspektif hukum pidana. Penentuan status hukum tetap berada di tangan penyidik setelah seluruh bukti dikaji.
Saat ini, kasus masih dalam tahap penyelidikan. Polisi terus mengumpulkan bukti untuk menentukan apakah laporan tersebut dapat ditingkatkan ke tahap berikutnya atau tidak.



