Israel Hancur Dibombardir Rudal Iran, Netanyahu Murka dan Ancam Kejar IRGC

Deadline – Israel hancur dibombardir rudal Iran dalam serangan besar yang menghantam dua kota di wilayah selatan. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu langsung turun ke lokasi dan melontarkan ancaman keras terhadap komandan Korps Garda Revolusi Iran.

Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (21/3/2026), ketika rudal balistik Iran menghantam kota Arad dan Dimona. Serangan tersebut menimbulkan kerusakan parah serta memicu kepanikan warga.

Netanyahu Bersumpah Kejar IRGC Secara Pribadi

Netanyahu menegaskan bahwa Israel tidak akan tinggal diam. Ia bahkan berjanji akan memburu para pemimpin IRGC secara langsung.

“Kami akan mengejar mereka, para pemimpin mereka, instalasi mereka, dan aset ekonomi mereka. Kami akan mengejar mereka secara pribadi,” tegas Netanyahu saat meninjau lokasi kehancuran di Arad, Senin (23/3/2026).

Pernyataan keras ini menunjukkan eskalasi serius dalam konflik antara Israel dan Iran yang kini semakin terbuka.

Dua Kota Hancur, Dimona Jadi Sorotan Dunia

Kota Arad mengalami kerusakan signifikan setelah bagian depan bangunan perumahan hancur akibat hantaman langsung rudal. Sementara itu, Dimona—yang dikenal luas sebagai lokasi sensitif terkait fasilitas strategis Israel—juga terkena dampak serius.

Ledakan menciptakan kawah besar di tanah dan merusak infrastruktur sekitar. Dimona menjadi perhatian global karena selama ini diyakini sebagai lokasi penyimpanan persenjataan strategis Israel yang tidak diumumkan secara resmi.

Lebih dari 100 Orang Terluka, Sistem Pertahanan Gagal

Serangan ini mengakibatkan lebih dari 100 orang terluka. Rinciannya, 84 korban berasal dari Arad dengan 10 orang mengalami luka serius, sementara 33 lainnya terluka di Dimona.

Kegagalan sistem pertahanan udara Israel menjadi sorotan utama. Rudal pencegat sempat diluncurkan, namun tidak berhasil menghentikan proyektil Iran.

Juru bicara militer Israel, Effie Defrin, menyatakan bahwa sistem pertahanan sebenarnya aktif, tetapi gagal melakukan intersepsi.

BACA JUGA  Serangan Israel Mematikan di Lebanon, 8 Tewas Saat Ultimatum Iran Berakhir

“Kami akan menyelidiki insiden ini dan mengambil pelajaran,” ujarnya.

Warga Diminta Siaga, Israel dalam Status Darurat

Netanyahu juga mengingatkan seluruh warga Israel untuk selalu siaga. Ia menegaskan bahwa seluruh wilayah negara kini berada di garis depan konflik.

Ia meminta masyarakat untuk segera mencari perlindungan setiap kali sirene peringatan serangan udara berbunyi, sebagai langkah menyelamatkan diri dari ancaman lanjutan.

Situasi ini menempatkan Israel dalam kondisi siaga tinggi, dengan potensi serangan lanjutan yang masih terbuka.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

TERPOPULER