BNPB Catat Banjir dan Longsor di Sejumlah Wilayah Sulawesi Dua Warga Bone Meninggal Dunia

voice of Jakarta |  Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah bencana hidrometeorologi melanda berbagai wilayah di Pulau Sulawesi dalam periode pemantauan 8 Mei 2026 pukul 07.00 WIB hingga 9 Mei 2026 pukul 07.00 WIB. Banjir dan tanah longsor dilaporkan terjadi di beberapa kabupaten di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara akibat hujan deras disertai angin kencang.

BNPB menyebut bencana yang terjadi didominasi banjir yang merendam permukiman warga, lahan pertanian, hingga akses infrastruktur vital.

Banjir Rendam Empat Desa di Luwu

Banjir melanda Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, pada Jumat (8/5) setelah hujan deras dan angin kencang mengguyur wilayah hulu sungai.

Sebanyak empat desa di dua kecamatan terdampak, yakni Desa Rante Belu dan Riwang di Kecamatan Larompong serta Desa Temboe dan Sampano di Kecamatan Larompong Selatan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu mencatat sedikitnya 95 rumah warga terendam banjir. Selain itu, sekitar 10 hektare sawah siap panen terdampak dan akses Jalan Trans Sulawesi turut tergenang.

BPBD bersama tim gabungan masih melakukan pendataan dan koordinasi dengan instansi terkait. Hingga Sabtu (9/5) pagi, banjir dilaporkan belum surut sementara hujan masih turun di wilayah terdampak.

Dua Korban Jiwa dalam Banjir Bone

Bencana banjir juga terjadi di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, setelah hujan mengguyur wilayah tersebut selama dua hari sejak 7 Mei 2026.

Lima kecamatan terdampak banjir, meliputi Kecamatan Tanete Riattang, Tanete Riattang Timur, Sibulue, Awangpone, dan Barebbo.

Wilayah terdampak antara lain Kelurahan Panyula, Toro, Masumpu, Bajoe, Lonrae serta sejumlah desa lain yang tersebar di kawasan pesisir dan dataran rendah.

 

BPBD Kabupaten Bone melaporkan dua warga meninggal dunia akibat bencana tersebut. Tim gabungan melakukan evakuasi warga menggunakan perahu karet untuk menjangkau lokasi yang masih tergenang.

BACA JUGA  Bangunan SD Ambruk di NTT: Satu Siswa Tewas, 2 Luka

Hingga Sabtu (9/5), banjir mulai surut di beberapa titik. Namun genangan masih bertahan di Kelurahan Panyula akibat pengaruh pasang surut air laut.

Ratusan Warga Terdampak di Buton Utara

Di Sulawesi Tenggara, banjir juga melanda Kabupaten Buton Utara pada Jumat (8/5). Empat desa terdampak yakni Desa Wacu Laea, Lamoahi, Wantulasi, dan Lapandewa.

BPBD Kabupaten Buton Utara mencatat sebanyak 120 rumah terdampak dengan total 632 jiwa terkena dampak banjir. Selain itu, satu unit jembatan dilaporkan putus akibat derasnya arus air.

Tim gabungan telah melakukan peninjauan lapangan serta membantu pembersihan rumah warga. Pada Sabtu (9/5), kondisi banjir dilaporkan mulai surut.

Banjir dan Longsor Terjang Kolaka

Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, juga mengalami banjir dan tanah longsor akibat hujan lebat yang menyebabkan sungai meluap.

Empat kecamatan terdampak banjir yakni Kecamatan Latambaga, Kolaka, Pomalaa, dan Samaturu. Sementara tanah longsor terjadi di Kelurahan Laloeha, Kecamatan Kolaka.

BPBD Kabupaten Kolaka mencatat sebanyak 587 rumah terdampak banjir. Selain itu, 10 fasilitas pendidikan, 23 hektare sawah, 10,5 hektare tambak, serta delapan hektare kebun ikut terdampak.

Satu unit rumah juga dilaporkan mengalami kerusakan akibat longsor.

BPBD bersama lintas instansi terkait mengerahkan pompa air dan melakukan pembersihan rumah warga untuk mempercepat penanganan pascabencana.

BNPB Imbau Waspada Cuaca Ekstrem

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah memperingatkan potensi cuaca ekstrem pada periode 9 hingga 11 Mei 2026 di sebagian besar wilayah Indonesia.

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang.

Pemerintah daerah diminta memastikan kesiapan personel dan peralatan darurat serta melakukan pemantauan rutin di wilayah rawan bencana.

BACA JUGA  2 korban WNA ditemukan dalam kondisi meninggal dunia Operasi SAR Resmi Ditutup

BNPB juga mengingatkan pentingnya langkah mitigasi seperti pemeliharaan drainase, tanggul, dan daerah aliran sungai guna meminimalkan dampak bencana.

Masyarakat di kawasan rawan banjir diminta segera melakukan evakuasi ke lokasi aman apabila hujan deras berlangsung lebih dari satu jam dan jarak pandang mulai terbatas. Warga yang tinggal di sekitar lereng maupun bantaran sungai juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi longsor dan luapan air, terutama pada malam hari.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

TERPOPULER