SERANG – voice of Jakarta | Pemerintah Provinsi Banten memperkuat langkah menuju salah satu pusat lumbung pangan nasional melalui kolaborasi dengan Yayasan Bhakti Bela Negara dalam pengembangan pertanian berbasis padi unggul varietas PS-08.
Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Gubernur Banten, Andra Soni, dan Ketua Yayasan Bhakti Bela Negara, Seno Adjie, beserta jajaran di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Senin (22/6/2026).
Pertemuan itu membahas strategi penguatan ketahanan pangan nasional yang mencakup perluasan lahan pertanian, peningkatan produktivitas hasil panen, serta pembangunan infrastruktur hilirisasi guna meningkatkan kesejahteraan petani.
Nilai Tukar Petani Banten Terus Menguat
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Andra Soni menyampaikan bahwa sektor pertanian Banten menunjukkan tren pertumbuhan yang positif, tercermin dari meningkatnya Nilai Tukar Petani (NTP).
Menurutnya, NTP Banten pada Mei 2026 tercatat sebesar 110,57 atau meningkat 0,58 persen dibandingkan April 2026.
“NTP kita terus tumbuh. NTP Banten Mei 2026 sebesar 110,57 atau naik 0,58 persen dibandingkan April 2026. Pertumbuhan sektor pertanian juga tumbuh positif dan saya berharap kondisi ini dapat terus konsisten,” ujar Andra Soni.
Kenaikan NTP merupakan indikator meningkatnya daya beli petani karena pendapatan yang diterima lebih besar dibandingkan pengeluaran yang harus dikeluarkan untuk kebutuhan produksi maupun konsumsi rumah tangga.
Andra menilai tren positif tersebut harus dijaga melalui kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan kelompok tani agar sektor pertanian semakin berkontribusi terhadap perekonomian daerah.
Targetkan Banten Jadi Sentra Pangan Nasional
Ketua Yayasan Bhakti Bela Negara, Seno Adjie, menyampaikan pihaknya tengah mengembangkan budidaya padi unggul varietas PS-08 di sejumlah wilayah Banten sebagai bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan nasional.
Ia berharap pemerintah daerah memberikan dukungan terhadap pengembangan komoditas tersebut yang dinilai memiliki produktivitas tinggi dan prospek besar bagi petani.
“Kami memohon dukungan untuk menjadikan Banten sebagai provinsi pusat lumbung pangan nasional karena kami sudah mulai membuka lahan di Banten dengan bibit padi unggul PS-08,” kata Seno Adjie.
Menurutnya, program tersebut telah menunjukkan hasil awal yang menjanjikan. Pada Februari 2026, panen berhasil dilakukan di lahan seluas 753 hektare.
Selanjutnya, panen berikutnya dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026 di area pertanian seluas 1.500 hektare.
Pengembangan 50.000 Hektare dalam Tiga Tahun
Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, Yayasan Bhakti Bela Negara menargetkan perluasan lahan pertanian hingga sekitar 50.000 hektare dalam tiga tahun mendatang.
Program tersebut akan melibatkan ribuan petani di berbagai daerah di Provinsi Banten guna meningkatkan produksi beras dan memperkuat pasokan pangan nasional.
Selain perluasan area tanam, organisasi tersebut juga berencana membangun pusat penggilingan padi modern di Banten sebagai upaya memperkuat rantai nilai sektor pertanian.
“Saya juga ingin berinvestasi membangun pusat penggilingan padi di Banten agar petani tidak perlu membawa hasil panennya ke luar daerah untuk proses penggilingan,” ujar Seno.
Langkah hilirisasi tersebut dinilai penting untuk meningkatkan efisiensi distribusi sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi bagi petani lokal.
Varietas PS-08 Dinilai Memiliki Produktivitas Tinggi
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten, M. Nasir, mengatakan pengembangan padi PS-08 menunjukkan perkembangan yang positif dan saat ini telah memasuki musim tanam ketiga.
Panen berikutnya dijadwalkan berlangsung pada Agustus mendatang di Kabupaten Pandeglang.
Selain itu, beberapa pekan lalu penanaman padi PS-08 juga telah dilakukan di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, sebagai bagian dari perluasan kawasan budidaya.
Menurut Nasir, varietas PS-08 memiliki sejumlah keunggulan yang mendukung peningkatan produksi pangan nasional.
“Produktivitasnya sangat baik, hampir mencapai 10 ton per hektare. Selain itu, varietas ini tahan terhadap hama dan dikembangkan dengan pendekatan pertanian organik,” ujarnya.
Karakteristik tersebut dinilai mampu meningkatkan efisiensi produksi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan bahan kimia dalam proses budidaya.
Ketahanan Pangan Jadi Prioritas Strategis
Kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Banten dan Yayasan Bhakti Bela Negara menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah tantangan perubahan iklim, pertumbuhan penduduk, dan kebutuhan pangan yang terus meningkat.
Dengan dukungan produktivitas pertanian yang tinggi, peningkatan kesejahteraan petani, serta pembangunan infrastruktur hilirisasi, Banten dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi salah satu sentra produksi pangan utama di Indonesia dalam beberapa tahun mendatang.



