Voice of Jakarta – Federasi Serikat Pekerja Perfilman Indonesia (FSPPI) mulai mematangkan langkah menuju deklarasi nasional yang direncanakan berlangsung di Jakarta. Melalui rapat koordinasi yang digelar pada Selasa, 28 Juli 2026, di Kantor Federasi Serikat Pekerja Global Indonesia (FSPGI), Jakarta Timur, organisasi tersebut membentuk kepanitiaan sebagai bagian dari persiapan penyelenggaraan deklarasi yang akan melibatkan berbagai pemangku kepentingan dari dalam maupun luar negeri.
Rapat dipimpin langsung oleh Ketua SPPI, Dr. Rizal Djibran, dan dihadiri perwakilan dari berbagai unsur serikat pekerja perfilman. Di antaranya Serikat Tata Kamera, Serikat Pemeran, Serikat Produksi, Serikat Tata Laga, Serikat Penulis, Serikat Artistik, serta Serikat Media Film. Hampir seluruh organisasi yang tergabung hadir dalam forum tersebut.
Pertemuan berlangsung tertib dengan agenda utama membahas struktur kepanitiaan, pembagian tugas, serta konsep pelaksanaan deklarasi yang ditargetkan menjadi momentum penting bagi penguatan organisasi pekerja perfilman Indonesia.

Deklarasi tersebut direncanakan dihadiri oleh unsur pemerintah, tokoh perfilman nasional, akademisi, mahasiswa, hingga tamu dari organisasi internasional yang memiliki perhatian terhadap perkembangan industri kreatif dan ketenagakerjaan di sektor perfilman.
Dalam musyawarah tersebut, peserta rapat menyepakati pembagian tugas kepanitiaan berdasarkan kesepakatan bersama. Sebagai Ketua Panitia Persiapan Deklarasi, forum menunjuk Zainal Chaniago dari Federasi Serikat Media Film dan Televisi.
Ketua SPPI, Dr. Rizal Djibran, mengatakan pembentukan kepanitiaan menjadi langkah awal untuk memastikan seluruh proses persiapan berjalan secara terstruktur.
“Agenda pertama adalah penyusunan kepanitiaan deklarasi. Mengingat kegiatan ini berskala nasional dan internasional, kami akan mengundang berbagai pihak terkait, baik dari lingkungan Pemerintah Indonesia maupun mitra internasional,” ujar Rizal Djibran dalam rapat tersebut.
Ia menambahkan, keberhasilan deklarasi akan sangat bergantung pada kerja sama seluruh unsur yang tergabung dalam FSPPI.
“Saya berharap kepanitiaan yang baru dibentuk dapat saling bahu-membahu, bergotong royong, dan bekerja secara profesional agar pelaksanaan deklarasi dapat berlangsung sukses serta menjadi tonggak penting bagi pekerja perfilman Indonesia,” katanya.
Pembentukan panitia ini dinilai menjadi fondasi awal bagi konsolidasi organisasi pekerja perfilman yang selama ini terdiri atas berbagai profesi di industri film. Melalui deklarasi tersebut, FSPPI berharap mampu memperkuat posisi pekerja kreatif dalam memperjuangkan perlindungan profesi, peningkatan kompetensi, serta penguatan hubungan industrial di sektor perfilman Indonesia.
Selain menjadi wadah konsolidasi nasional, deklarasi itu juga diharapkan membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah, pelaku industri, lembaga pendidikan, dan organisasi internasional guna mendorong terciptanya ekosistem perfilman yang lebih profesional, inklusif, dan berkelanjutan.



