BEKASI – voice of jakarta | Aksi unjuk rasa buruh di depan PT Epson Indonesia di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu (1/7/2026), mendapat dukungan dari Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Perfilman Indonesia (FSPPI), Dr. Rizal Djibran. Kehadirannya menjadi bentuk solidaritas terhadap para pekerja yang tengah memperjuangkan penyelesaian persoalan hubungan industrial.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Rizal Djibran menegaskan bahwa perjuangan pekerja tidak semestinya dibatasi oleh perbedaan profesi, organisasi, maupun sektor industri. Menurutnya, seluruh pekerja memiliki kepentingan yang sama, yakni menjaga hak-hak normatif, martabat pekerja, serta kebebasan untuk berserikat sebagaimana dijamin dalam peraturan perundang-undangan.
“Ketika ada pekerja yang menghadapi ketidakadilan, seluruh gerakan pekerja memiliki tanggung jawab moral untuk berdiri bersama. Solidaritas tidak boleh dibatasi oleh identitas organisasi,” kata Rizal Djibran di sela aksi.
Solidaritas Dinilai Menjadi Kekuatan Gerakan Pekerja
Rizal menilai solidaritas merupakan fondasi utama dalam memperkuat posisi pekerja dalam menghadapi berbagai persoalan ketenagakerjaan. Menurutnya, sejarah gerakan buruh menunjukkan bahwa berbagai hak yang dinikmati pekerja saat ini lahir melalui perjuangan kolektif, bukan perjuangan yang dilakukan secara sendiri-sendiri.
Ia mengatakan persatuan antarsektor menjadi penting agar pekerja tidak mudah terpecah oleh perbedaan kepentingan maupun tekanan yang berpotensi melemahkan gerakan pekerja.
“Solidaritas tanpa batas bukan sekadar semboyan, tetapi fondasi perjuangan. Ketika satu pekerja kehilangan haknya, seluruh pekerja harus merasa terpanggil untuk bersuara. Keadilan tidak akan pernah lahir dari perpecahan,” ujarnya.
Dorong Penyelesaian Melalui Dialog
Selain menyampaikan dukungan kepada para buruh PT Epson, Rizal juga menekankan pentingnya membangun hubungan industrial yang sehat antara perusahaan, pekerja, dan serikat pekerja.
Menurutnya, penyelesaian setiap perselisihan ketenagakerjaan seharusnya mengedepankan dialog yang terbuka dan saling menghormati hak serta kewajiban masing-masing pihak.
Ia menilai komunikasi yang konstruktif menjadi langkah penting untuk mencegah konflik hubungan industrial berkembang menjadi persoalan yang lebih luas.
FSPPI Serukan Persatuan Gerakan Pekerja
Kehadiran FSPPI dalam aksi tersebut, menurut Rizal, merupakan pesan bahwa gerakan pekerja Indonesia perlu membangun solidaritas yang melampaui batas organisasi maupun sektor industri.
Ia mengatakan tantangan dunia ketenagakerjaan saat ini membutuhkan kerja sama antarelemen pekerja agar berbagai persoalan dapat diselesaikan melalui kekuatan kolektif.
“Kekuatan kaum pekerja bukan hanya terletak pada besarnya jumlah massa, tetapi juga pada persatuan yang kuat dan tidak mudah dipecah belah oleh siapa pun,” katanya.
Aksi solidaritas di depan PT Epson berlangsung di tengah tuntutan pekerja terkait penyelesaian sejumlah persoalan hubungan industrial yang sebelumnya telah disampaikan kepada perusahaan dan pemerintah. Hingga berita ini diterbitkan, proses komunikasi antara para pihak masih terus berlangsung.
Kehadiran sejumlah organisasi pekerja dari berbagai sektor dalam aksi tersebut mencerminkan semakin kuatnya dukungan lintas profesi terhadap penyelesaian sengketa ketenagakerjaan melalui mekanisme dialog yang adil, transparan, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.



