Voice of Jakarta |Â Serikat Pekerja Perfilman Indonesia (SPPI) menggelar rapat perdana yang dipimpin langsung oleh Dr. Rizal Djibran, S.Sos., M.M., CFA, di Kantor FSPGI, kawasan Commercial Park, Jakarta Timur, Kamis (19/6).
Pertemuan tersebut menjadi langkah awal organisasi dalam menyusun agenda kerja sekaligus memperkuat sinergi antarpekerja di sektor perfilman Indonesia. Sebanyak 20 peserta dari berbagai profesi perfilman hadir dalam rapat tersebut.
Selain pemaparan program kerja, agenda rapat juga diisi dengan penandatanganan komitmen bersama oleh perwakilan serikat dan pelaku industri perfilman yang tergabung dalam SPPI.

Dalam kesempatan itu, Yudi Winaro, Bendahara Umum Federasi Serikat Pekerja Global Indonesia (FSPGI), turut hadir dan memberikan dukungan terhadap penguatan organisasi pekerja di sektor kreatif, khususnya perfilman.
Bahas 12 Isu Strategis Perfilman
Salah satu fokus utama rapat adalah pembahasan 12 isu strategis perfilman yang dinilai penting untuk mendorong perkembangan industri film nasional. Isu-isu tersebut mencakup perlindungan pekerja, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, kesejahteraan pelaku industri, hingga penguatan ekosistem perfilman yang berkelanjutan.
Menurut peserta rapat, pembahasan tersebut diharapkan menjadi dasar penyusunan program kerja SPPI dalam memperjuangkan kepentingan pekerja perfilman sekaligus mendorong pertumbuhan industri kreatif Indonesia.
Dukungan dari Sektor Swasta
Dukungan terhadap kegiatan SPPI juga datang dari sektor swasta. Dalam rapat tersebut, Rehan Medical menyatakan komitmennya dengan memberikan bantuan berupa dua unit ambulans yang akan digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan organisasi di masa mendatang.
Bantuan tersebut dinilai sebagai bentuk kolaborasi antara dunia usaha dan organisasi pekerja dalam mendukung aktivitas sosial serta operasional yang berkaitan dengan kebutuhan anggota.
Membangun Masa Depan Perfilman Indonesia
Rapat perdana ini menjadi momentum penting bagi SPPI untuk memperkuat peran pekerja perfilman dalam menghadapi tantangan industri yang terus berkembang. Melalui penyusunan program kerja dan pembahasan berbagai isu strategis, organisasi berharap dapat menjadi wadah yang mampu memperjuangkan profesionalisme, kesejahteraan, dan perlindungan bagi seluruh insan perfilman Indonesia.



