CIKARANG UTARA – voice of Jakarta – Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Bekasi memperkuat komitmennya dalam membangun budaya olahraga sejak usia dini melalui penyelenggaraan Kejuaraan Push Bike dan Mini BMX pada Festival Olahraga Masyarakat (FORMAS) IV Tingkat Kabupaten Bekasi Tahun 2026.
Sebanyak 100 pembalap sepeda dorong berusia dua hingga tujuh tahun dari berbagai kecamatan di Kabupaten Bekasi ambil bagian dalam kompetisi yang digelar di Area Parkir Living Plaza Jababeka, Kecamatan Cikarang Utara, Minggu (2/8/2026). Ajang tersebut dibuka langsung oleh Ketua KORMI Kabupaten Bekasi, Ratu Arisdiana.
Dalam sambutannya, Ratu Arisdiana mengatakan tingginya antusiasme peserta menunjukkan olahraga masyarakat semakin diminati oleh keluarga, khususnya sebagai sarana pembinaan karakter dan kesehatan anak sejak usia dini.
“Sejak pagi kami menggelar sosialisasi KORMI yang diawali dengan senam bersama di Tanam Sehati, Stadion Wibawa Mukti. Setelah itu kami membuka Kejuaraan Festival Olahraga Masyarakat IV Kabupaten Bekasi untuk Inorga Push Bike dan Mini BMX,” ujarnya.
Olahraga Masyarakat untuk Semua Usia
Ratu menjelaskan bahwa Asosiasi BMX Indonesia (ABI) merupakan salah satu Induk Organisasi Olahraga (Inorga) di bawah naungan KORMI yang fokus mengembangkan Push Bike dan Mini BMX sebagai olahraga masyarakat.
Menurutnya, pembinaan yang dilakukan KORMI tidak hanya menyasar anak-anak, tetapi juga melibatkan seluruh kelompok usia, mulai balita hingga lanjut usia.
“Di KORMI pesertanya berasal dari berbagai kelompok usia, mulai dari anak usia dua tahun hingga lansia berusia 75 sampai 80 tahun, termasuk peserta olahraga pernapasan. Ini menunjukkan olahraga masyarakat benar-benar terbuka bagi semua kalangan,” katanya.
Ia mengaku terkesan dengan semangat para peserta yang mengikuti perlombaan serta dukungan penuh dari orang tua yang mendampingi anak-anak mereka sepanjang kompetisi berlangsung.
“Saya melihat langsung semangat luar biasa dari anak-anak yang mengikuti FORMAS IV kategori Push Bike. Para orang tua sangat mendukung dengan meluangkan waktu mengantar dan mendampingi putra-putrinya bertanding,” ungkap Ratu.
Delapan Kategori Dipertandingkan
Ketua Push Bike Cikarang sekaligus Ketua Pelaksana Kejuaraan, Muhammad Tarmidi, menjelaskan panitia mempertandingkan tujuh kategori Push Bike dan satu kategori Mini BMX, yang dibagi berdasarkan kelompok usia serta kategori putra dan putri.
Setiap perlombaan diikuti enam peserta, dengan total sekitar 100 pembalap cilik yang berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Bekasi.
“Peserta berasal dari Tambun Selatan, Babelan, Pebayuran, Cibitung, Cibarusah, dan sejumlah kecamatan lainnya. Seluruhnya merupakan warga Kabupaten Bekasi yang orang tuanya memiliki KTP Kabupaten Bekasi,” jelasnya.
Menurut Tarmidi, sebagian peserta telah berpengalaman mengikuti berbagai kejuaraan, sementara lainnya baru pertama kali mengenal olahraga Push Bike.
“Kami ingin memperkenalkan bahwa Push Bike merupakan olahraga masyarakat yang menyenangkan bagi anak-anak. Orang tua juga memiliki peran penting dengan mendampingi dan mengajak anak-anak aktif berolahraga,” katanya.
Membangun Karakter dan Prestasi Anak
Selain menjadi aktivitas rekreasi, Push Bike dinilai memberikan manfaat besar bagi perkembangan fisik dan mental anak.
Olahraga ini membantu meningkatkan keseimbangan tubuh, konsentrasi, keberanian, koordinasi motorik, serta menjadi sarana positif dalam menyalurkan energi dan membangun rasa percaya diri.
Untuk mendukung pembinaan berkelanjutan, komunitas Push Bike di Kabupaten Bekasi juga membentuk akademi sebagai wadah anak-anak belajar, berlatih, dan berkembang bersama.
Pada kategori Push Bike digunakan sepeda tanpa pedal berukuran roda 12 inci, sedangkan Mini BMX menggunakan sepeda hingga ukuran ring 16.
Tarmidi optimistis perkembangan olahraga Push Bike di Kabupaten Bekasi akan terus meningkat dan mampu bersaing dengan daerah lain di Jawa Barat.
“Kami berharap Kabupaten Bekasi dapat melahirkan anak-anak yang sehat, bugar, dan berprestasi. Saat ini perkembangan Push Bike di Jawa Barat memang masih didominasi Bandung dan Kota Bekasi, tetapi kami optimistis Kabupaten Bekasi mampu sejajar bahkan menjadi lebih baik di masa mendatang,” tutupnya.
Kejuaraan ini menjadi bagian dari upaya KORMI Kabupaten Bekasi membangun budaya hidup sehat melalui olahraga masyarakat sekaligus mencetak bibit-bibit atlet potensial sejak usia dini.



