Terungkap! Misteri Pembunuhan Maria Simaremare, Pelaku Ternyata Kekasih Sendiri

Deadline – Misteri pembunuhan Maria Simaremare akhirnya terungkap. Staf Bawaslu Kabupaten OKU Selatan, Sumatera Selatan itu ternyata dibunuh oleh kekasihnya sendiri yang berinisial SHLN.

Pelaku berhasil ditangkap polisi di Kota Palembang pada Sabtu, 28 Maret 2026. Penangkapan dilakukan di wilayah Polsek Sukarami setelah polisi melakukan penyelidikan intensif selama beberapa hari.

Kapolres OKU Selatan AKBP I Made Redi Hartana memastikan pelaku kini telah diamankan dan tengah menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak kepolisian.

Hubungan Asmara Berujung Tragis

Kasus pembunuhan Maria Simaremare bermula dari hubungan asmara antara korban dan pelaku yang telah berlangsung sekitar dua tahun.

Namun hubungan tersebut berakhir tragis pada Rabu, 25 Maret 2026. Berdasarkan keterangan pelaku, keduanya sempat terlibat cekcok sebelum kejadian.

Pelaku diduga tersinggung oleh ucapan korban yang dianggap meremehkan dan mengandung caci maki. Perasaan tersinggung itu memicu emosi pelaku hingga nekat menghabisi nyawa korban.

Korban Ditemukan Tewas di Dalam Kamar

Maria Simaremare ditemukan tewas di rumah kontrakannya di Perumahan Bukit Berlian, Desa Pelangki, Kecamatan Muaradua.

Korban pertama kali ditemukan warga sekitar pada Rabu pagi sekitar pukul 08.00 WIB. Warga curiga karena korban tidak terlihat beraktivitas sejak sehari sebelumnya dan tidak merespons saat dipanggil.

Saat diperiksa, korban ditemukan tergeletak di dalam kamar dengan kondisi mengenaskan. Terdapat luka sayatan senjata tajam di bagian leher.

Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Petugas langsung datang ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan saksi.

Hasil Autopsi Ungkap Kekerasan Berat

Hasil autopsi Maria Simaremare menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan berat sebelum korban meninggal dunia.

Pada pemeriksaan luar, ditemukan luka memar di dahi serta bahu kanan dan kiri. Selain itu terdapat luka lecet di dagu, lengan, dan bibir dengan pola bekas gigitan.

BACA JUGA  4 Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Diamankan Puspom TNI, Motif Masih Misterius

Dokter forensik juga menemukan bintik perdarahan di area wajah serta perubahan warna pada ujung jari tangan dan kaki.

Sementara pada pemeriksaan dalam, ditemukan kerusakan serius pada saluran pernapasan yang terputus serta patah tulang leher. Hal ini menunjukkan adanya tekanan atau kekerasan hebat yang dialami korban.

Selain itu, terdapat perdarahan pada organ vital seperti paru-paru, jantung, dan hati yang mengindikasikan trauma berat sebelum kematian.

Penyebab kematian diduga akibat mati lemas karena terhalangnya saluran napas, disertai luka sayatan di leher yang menyebabkan putusnya pembuluh darah.

Polisi Pastikan Penanganan Profesional

Pihak kepolisian menegaskan bahwa penanganan kasus ini dilakukan secara profesional sesuai prosedur.

Setelah proses autopsi selesai, jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Saat ini, pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif guna melengkapi berkas perkara sebelum dilimpahkan ke tahap hukum selanjutnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

TERPOPULER