Deadline – Silaturahmi Lebaran yang seharusnya menjadi momen penuh kebersamaan justru berujung tragis. Seorang pria berinisial MR (51) mengalami luka parah setelah ditebas kerabatnya sendiri, AA (56), dalam insiden berdarah di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
Peristiwa ini terjadi di Kampung Siloro, Desa Mangilu, Kecamatan Bungoro, pada Sabtu (21/3). Kedua pria yang masih memiliki hubungan keluarga tersebut awalnya bertemu dalam suasana silaturahmi Lebaran yang berlangsung normal.
Namun, situasi berubah setelah keduanya mengonsumsi minuman keras tradisional bersama. Dalam kondisi tersebut, percakapan di antara mereka memanas hingga memicu emosi pelaku.
Kanit Resmob Satreskrim Polres Pangkep, Ipda Andi Dipo Alam, mengungkapkan bahwa pelaku tersinggung dengan ucapan korban. AA merasa dirinya diejek sebagai “tukang adu domba”, yang kemudian memicu kemarahan.
Tak mampu menahan emosi, pelaku pulang ke rumahnya yang masih berada di kampung yang sama. Ia mengambil sebilah parang, lalu kembali ke rumah korban dengan niat melakukan penyerangan.
Setibanya di lokasi, pelaku langsung melakukan penganiayaan menggunakan senjata tajam tersebut. Serangan brutal itu menyebabkan korban mengalami empat luka robek di bagian tubuhnya.
Korban MR langsung dilarikan ke Puskesmas Bontoa untuk mendapatkan perawatan medis intensif. Hingga kini, kondisi korban masih dalam penanganan tenaga kesehatan akibat luka serius yang dideritanya.
Polisi memastikan bahwa pelaku dan korban memiliki hubungan keluarga, sehingga kasus ini menambah daftar panjang konflik internal yang berujung kekerasan.
Pihak kepolisian juga mengingatkan masyarakat untuk menghindari konsumsi minuman keras yang kerap menjadi pemicu tindak kriminal, terutama dalam momen berkumpul seperti Lebaran.
Fakta Penting Kasus
- Lokasi: Kampung Siloro, Desa Mangilu, Bungoro, Pangkep
- Waktu: Sabtu, 21 Maret
- Pelaku: AA (56)
- Korban: MR (51)
- Motif: Tersinggung ucapan saat minum miras
- Akibat: 4 luka robek akibat tebasan parang



